Menabur Berkah di Ujung Hari -‘Ngasor’ – Rutinitas Ngaji Kitab Tafsir Bersama Kiai di Ponpes Al Fatah Darussalam

Sore hari di Pondok Pesantren Tahfidz Al Fatah Darussalam selalu punya cerita dan kehangatan tersendiri. Ketika matahari mulai tergelincir ke arah barat dan santri selesai melaksanakan salat Asar berjamaah, suasana pondok tidak lantas sepi. Sebaliknya, keheningan sore mulai diisi dengan kekhusyukan para santri yang bersiap membuka lembaran-lembaran kitab mereka.

Bagi para santri Al Fatah Darussalam, momen ba’da Asar ini akrab disebut dengan istilah “Ngosor”—sebuah akronim kreatif dari Ngaji Sore.

Mengkaji Ayat dan Makna Langsung Bersama Kiai
Kegiatan Ngosor ba’da Asar kali ini menjadi momen yang sangat dinantikan karena para santri diajak untuk mendalami kalam Allah secara langsung melalui Kajian Kitab bersama Romo Kiai.

Bukan sekadar membaca teks, dalam pengajian ini Romo Kiai membedah ayat demi ayat, menjelaskan asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), serta menggali kedalaman makna kandungan Al-Qur’an menggunakan kitab turats (kitab kuning) standar pesantren. Melalui metode bandongan dan sorogan, para santri menyimak dengan khidmat, memaknai setiap kata (ngabsahi), dan menyerap petuah serta sanad keilmuan yang tersambung langsung dari guru ke guru.

Mengapa Kajian Tafsir Ba’da Asar Ini Begitu Utama?
Bimbingan Langsung Guru Mursyid: Mengaji tafsir membutuhkan bimbingan ketat dari seorang ulama/kiai agar pemahaman santri terhadap ayat Al-Qur’an tetap lurus, moderat, dan tidak salah arti.

Waktu yang Sangat Berkah: Memanfaatkan waktu setelah Asar—salah satu waktu mustajab untuk menuntut ilmu—sehingga hari ditutup dengan limpahan keberkahan rohani.

Kurikulum yang Seimbang: Menjadi pelengkap bagi santri tahfidz; tidak hanya menghafal lafaz Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga memahami esensi dan hukum-hukum di dalamnya.

Membentuk Generasi Qur’ani yang Berwawasan Luas
Melalui rutinitas Ngosor kitab tafsir ini, Ponpes Al Fatah Darussalam berkomitmen melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang faqih (paham agama) dan berakhlakul karimah. Mendengar untaian nasihat dan penjelasan tafsir dari Kiai di sore hari yang sejuk di Wajak, Malang, senantiasa menjadi penyejuk hati sekaligus bekal berharga bagi para santri untuk mengabdi di masyarakat kelak.

:Bagi Ayah dan Bunda yang ingin putra-putrinya tumbuh menjadi huffazh yang matang secara keilmuan dan dibimbing langsung oleh para masayikh, pintu Pondok Pesantren Tahfidz Al Fatah Darussalam selalu terbuka lebar.

kami masih membuka lebar selebarnya untuk pendaftaran santri baru di wajak kab malang tahun ajaran 2026 Maka bagi ayah
dan bunda yang ingin memondokkan anak nya maka kami selaku pengurus Al fatah darussalam akan menerima dengan sepenuh hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *